JEJAKHUKUMNUSANTARA.COM, TONDANO – Peta pertahanan kesehatan masyarakat di Kabupaten Minahasa kini memasuki babak baru. Kehadiran Laboratorium Kesehatan Masyarakat (Labkesmas) bukan sekadar menghadirkan gedung dan perangkat laboratorium, tetapi menjadi bagian dari perubahan besar sistem kesehatan Indonesia setelah pandemi COVID-19.
Pemerintah membangun jaringan Labkesmas setelah melakukan evaluasi besar-besaran terhadap sistem kesehatan nasional. Pandemi membuka kelemahan mendasar, terutama keterbatasan kapasitas laboratorium, lambatnya pemeriksaan sampel serta ketergantungan terhadap fasilitas laboratorium di tingkat pusat.
Pada awal pandemi, sampel penyakit dan patogen berbahaya dari berbagai daerah harus melalui proses pemeriksaan yang terpusat. Kondisi tersebut membuat hasil pemeriksaan di sejumlah wilayah membutuhkan waktu lebih lama. Sistem kesehatan juga dinilai masih cenderung reaktif, yakni bergerak setelah wabah terjadi, bukan mendeteksi dan mencegah ancaman sejak dini.
Melalui transformasi kesehatan, Kementerian Kesehatan kemudian menempatkan Labkesmas sebagai salah satu instrumen penting dalam memperkuat ketahanan kesehatan nasional dan mendukung layanan primer.
Konsepnya jelas: sistem laboratorium yang sebelumnya terfragmentasi diubah menjadi jaringan yang lebih terintegrasi, berjenjang, dan berorientasi pada upaya promotif, preventif serta surveilans.
Di tingkat masyarakat, manfaatnya sangat besar. Labkesmas dapat membantu mendeteksi penyakit menular lebih cepat, memantau kualitas air dan lingkungan, memeriksa keamanan pangan, hingga mendukung pengendalian penyakit yang ditularkan melalui vektor seperti nyamuk dan tikus.
Ketika terjadi dugaan KLB atau keracunan makanan massal, laboratorium memiliki peran penting dalam menguji sampel dan membantu pemerintah menentukan langkah penanganan berdasarkan data. Surveilans laboratorium juga memungkinkan pola penyebaran penyakit dipantau sebelum berkembang menjadi ancaman yang lebih luas.
Kondisi inilah yang membuat keberadaan Labkesmas Minahasa mendapat apresiasi dari Lembaga Anti Korupsi Republik Indonesia (LAKRI) Kabupaten Minahasa.
Ketua LAKRI Minahasa, Jamel Omega Lahengko, menilai keputusan Pemerintah Kabupaten Minahasa di bawah kepemimpinan Bupati Dr. Robby Dondokambey, S.Si., MAP bersama Wakil Bupati Vanda Sarundajang, SS., MAP untuk mendorong operasional Labkesmas merupakan langkah strategis.
«“Ini adalah langkah yang teramat berani, sangat strategis, dan layak diacungi jempol setinggi-tingginya,” tegas Jamel.»
Ia juga mengapresiasi Dinas Kesehatan Kabupaten Minahasa di bawah kepemimpinan Dr. dr. Olviane Rattu, M.Kes, yang telah menyelesaikan pembangunan fisik Labkesmas pada 2025 serta terus mendorong percepatan operasionalnya.
Namun, pembangunan fisik hanyalah tahap awal. Operasional Labkesmas harus memenuhi berbagai persyaratan sebagaimana ketentuan Kementerian Kesehatan, termasuk Permenkes Nomor 24 Tahun 2023. Persyaratan tersebut mencakup administrasi dan legalitas, struktur organisasi serta tata kelola, sumber daya manusia, sarana dan prasarana, standar peralatan, hingga penggunaan peralatan yang terkalibrasi.
Saat ini, Labkesmas Minahasa juga menjadi salah satu lokus pemenuhan peralatan dari Kementerian Kesehatan yang akan dilengkapi secara bertahap.
Pemkab Minahasa disebut terus memberikan dukungan agar fasilitas tersebut dapat segera beroperasi dan menjawab kebutuhan masyarakat.
“Pandemi memberikan pelajaran yang sangat mahal. Kita tidak boleh lagi lengah. Ketika laboratorium ini berdiri, ini bukan hanya tentang gedung, tetapi tentang perlindungan terhadap masyarakat Minahasa,” ujar Jamel.
Menurutnya, keberhasilan Labkesmas nantinya tidak hanya diukur dari megahnya bangunan atau lengkapnya peralatan, tetapi dari seberapa cepat fasilitas tersebut mampu mendeteksi ancaman kesehatan dan memberikan informasi yang berguna bagi pengambilan keputusan pemerintah.
“LAKRI Minahasa akan terus mengawal setiap langkah progresif seperti ini. Ketika anggaran negara dan daerah diwujudkan menjadi fasilitas publik yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat, di situlah kemenangan rakyat sesungguhnya,” pungkasnya.
Kini, tantangannya adalah memastikan Labkesmas Minahasa tidak berhenti sebagai simbol pembangunan. Fasilitas tersebut harus benar-benar menjadi benteng pertama kesehatan masyarakat—bekerja sebelum penyakit berubah menjadi wabah dan sebelum ancaman kesehatan menelan lebih banyak korban. (*/Krisye)