Menteri Nusron Ajak NU Perkuat Peran Nyata, Sertipikat Wakaf Diserahkan di Indramayu

Rabu, 22 April 2026

JEJAKHUKUMNUSANTARA.COM, Indramayu – Momentum Halalbihalal Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Indramayu, Minggu (19/04/2026), menjadi panggung penting bagi penguatan peran organisasi keagamaan dalam menjawab kebutuhan zaman. Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala BPN, Nusron Wahid, secara tegas mengajak Nahdlatul Ulama (NU) untuk tidak hanya hadir sebagai kekuatan spiritual, tetapi juga sebagai motor penggerak kemanfaatan nyata bagi masyarakat.

Dalam kegiatan yang berlangsung di Kantor PCNU Indramayu itu, Menteri Nusron menekankan bahwa keberlangsungan sebuah organisasi sangat ditentukan oleh kontribusinya terhadap umat.

“Satu-satunya jalan NU harus memberikan kemanfaatan kepada umat manusia. Segala sesuatu yang memberikan kebermanfaatan niscaya akan bertahan di muka bumi,” ujarnya di hadapan para pengurus dan anggota NU yang hadir.

Pesan tersebut bukan sekadar retorika. Menteri Nusron merinci bahwa kemanfaatan NU dapat diukur melalui implementasi nyata di berbagai sektor strategis. Di bidang keagamaan, NU diharapkan terus memperkuat dakwah dan majelis taklim sebagai fondasi moral masyarakat. Sementara di bidang kesehatan, ia mendorong pengembangan layanan klinik hingga rumah sakit berbasis komunitas.

Tak kalah penting, sektor ekonomi juga menjadi perhatian. NU dinilai memiliki potensi besar untuk mengembangkan unit usaha mandiri, termasuk lembaga keuangan seperti BPR, guna memperkuat kemandirian ekonomi umat.

Namun, sorotan paling tajam diarahkan pada sektor pendidikan. Menteri Nusron menegaskan bahwa peningkatan kualitas sumber daya manusia, khususnya di kalangan generasi muda NU, menjadi kunci menghadapi tantangan global.

Ia mendorong penguasaan bidang sains, teknologi, teknik, dan matematika (STEM) sebagai langkah strategis menuju kemandirian nasional di sektor pangan, energi, dan teknologi.

“Kalau kita ingin bertahan, bentuk kebermanfaatan itu bukan lagi sekadar doa. Harus nyata, seperti klinik, rumah sakit, lembaga keuangan, dan output pendidikan minimal berbasis STEM,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Menteri Nusron juga menyerahkan dua sertipikat tanah wakaf kepada Ketua PCNU Indramayu, Muhammad Musthopa. Sertipikat tersebut masing-masing diperuntukkan bagi gedung pengurus NU di Kelurahan Karanganyar dan Desa Segaran Kidul, dengan luas 1.665 meter persegi dan 519 meter persegi.

Penyerahan sertipikat ini menjadi simbol penting kepastian hukum atas aset organisasi, sekaligus memperkuat landasan pengembangan kegiatan sosial dan keagamaan NU di daerah.

Ketua PCNU Indramayu, KH Muhammad Musthopa, menyampaikan apresiasi atas dukungan Kementerian ATR/BPN dalam proses sertifikasi tanah wakaf tersebut.

“Kami mengucapkan terima kasih khusus kepada Bapak Menteri ATR/Kepala BPN, serta jajaran BPN Provinsi Jawa Barat dan Kantor Pertanahan Kabupaten Indramayu yang telah memproses sertipikat ini dengan baik,” ujarnya.

Kegiatan ini turut dihadiri Kepala Kantor Wilayah BPN Provinsi Jawa Barat, Yuniar Hikmat Ginanjar, jajaran pengurus PWNU Jawa Barat, serta perwakilan sejumlah kementerian dan lembaga.

Dengan penyerahan sertipikat wakaf ini, diharapkan NU semakin kuat dalam menjalankan peran strategisnya tidak hanya sebagai penjaga nilai-nilai keagamaan, tetapi juga sebagai pilar pembangunan sosial, ekonomi, dan pendidikan yang berdampak langsung bagi masyarakat. (Ls)

banner-panjang

Baca Juga

Berita Terkait