Tutup KKN Tematik Ekoteologi dan Pertanahan, Wamen Ossy Apresiasi Peran Mahasiswa dalam Pencatatan Tanah Wakaf

Minggu, 21 Desember 2025

JEJAKHUKUMNUSANTARA.COM– Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang/Wakil Kepala Badan Pertanahan Nasional (Wamen ATR/Waka BPN) Ossy Dermawan secara resmi menutup kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Ekoteologi dan Pertanahan Universitas Islam Negeri (UIN) K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan, Kamis (18/12/2025). Kegiatan yang diikuti 500 mahasiswa ini dinilai berhasil memberikan kontribusi nyata dalam pencatatan bidang tanah wakaf.

Dalam sambutannya, Wamen Ossy mengapresiasi dedikasi dan kerja keras para mahasiswa yang selama 60 hari terjun langsung ke masyarakat. Dari kegiatan KKN Tematik tersebut, tercatat sekitar 2.000 bidang tanah wakaf berhasil didata.

“Kami dari Kementerian ATR/BPN merasa sangat senang karena anak-anak kita, para peserta KKN Tematik ini mampu melaksanakan tugasnya dengan sangat baik. Hasil capaiannya luar biasa, yaitu 2.000 bidang tanah wakaf berhasil dicatat selama 60 hari kegiatan,” ujar Wamen Ossy saat kegiatan Penarikan dan Expo KKN 63 Tematik Ekoteologi dan Pertanahan.

KKN Tematik Ekoteologi dan Pertanahan ini merupakan pilot project kerja sama antara Kementerian ATR/BPN, Kementerian Agama (Kemenag), dan perguruan tinggi di bawah naungan Kemenag. Program tersebut bertujuan mendukung percepatan sertipikasi tanah wakaf serta mengamankan aset-aset wakaf beserta peruntukannya, seperti rumah ibadah, pesantren, dan sekolah.

Wamen Ossy menyebut, Menteri ATR/Kepala BPN Nusron Wahid memiliki perhatian besar terhadap sertipikasi tanah wakaf sebagai bagian dari perlindungan aset keagamaan. “Alhamdulillah program ini sangat berhasil. Terima kasih kepada Kementerian Agama, Rektor UIN K.H. Abdurrahman Wahid, dan seluruh civitas academica. Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi masyarakat dan umat,” ungkapnya.

Apresiasi juga disampaikan Kementerian Agama. Menteri Agama Nasaruddin Umar yang diwakili Koordinator Staf Khusus Menteri Agama Bidang Kebijakan Publik, Media, Humas, dan Pengembangan SDM, Ismail Cawidu, menyebut program ini sebagai langkah bersejarah.

“Terima kasih kepada Menteri ATR/Kepala BPN atas kerja sama yang dilakukan bersama UIN K.H. Abdurrahman Wahid. Ini merupakan sejarah pertama dalam pencatatan tanah-tanah wakaf di Indonesia,” kata Ismail Cawidu.

Dalam kesempatan tersebut, Wamen Ossy bersama Ismail Cawidu secara simbolis melepaskan atribut KKN yang dikenakan mahasiswa, menandai berakhirnya KKN Tematik tahun 2025. Rektor UIN K.H. Abdurrahman Wahid, Zaenal Mustakim, kemudian memaparkan hasil kerja mahasiswa selama KKN.

“Sekitar 270 bidang tanah wakaf sudah berhasil disertipikatkan dari total 2.000 bidang yang didata. Memang ada kendala di lapangan, seperti kelengkapan dokumen, tetapi seluruh bidang tanah sudah kami temukan dan lakukan geotagging. Selanjutnya proses administrasi sertipikat akan dilanjutkan,” jelas Zaenal.

Pada kegiatan tersebut juga dilakukan penyerahan sertipikat tanah wakaf kepada enam perwakilan nazir oleh Wamen Ossy dan Ismail Cawidu. Turut hadir mendampingi Wamen Ossy, Direktur Jenderal Penataan Agraria Embun Sari, Kepala Kanwil BPN Provinsi Jawa Tengah Lampri, Wakil Bupati Pekalongan Sukirman, serta sejumlah pejabat pimpinan tinggi dan administrator Kementerian ATR/BPN.

Kegiatan KKN Tematik ini dinilai menjadi contoh sinergi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan masyarakat dalam memperkuat kepastian hukum serta perlindungan aset wakaf di Indonesia. (Rizky Purukan)

banner-panjang

Baca Juga

Berita Terkait