Jeritan Warga di Tombatu: Jalan Rusak Bertahun-tahun, Tergenang Setengah Meter, Dugaan “Proyek Banjakan” Menguat

Senin, 23 Maret 2026

JEJAKHUKUMNUSANTARA.COM — Keluhan keras datang dari warga terkait kondisi memprihatinkan ruas jalan provinsi di Sulawesi Utara. Melalui unggahan di media sosial, Jan Paulus Poluan meluapkan kekecewaannya terhadap jalan rusak parah di depan Pasar Tombatu, tepatnya di jalur penghubung Kecamatan Tombatu dan Silian Raya.

Dalam unggahannya, Jan menggambarkan kondisi jalan yang tak kunjung diperbaiki selama bertahun-tahun. Lubang besar, aspal yang hancur, hingga genangan air saat musim hujan menjadi pemandangan sehari-hari yang harus dihadapi warga.

“Sudah bertahun-tahun rusak parah, tidak pernah diperhatikan oleh Gubernur Sulawesi Utara,” tulisnya dengan nada kecewa.

Kondisi semakin parah saat hujan turun. Sepanjang kurang lebih 200 meter ruas jalan berubah menjadi kubangan besar dengan ketinggian air mencapai 50 sentimeter. Situasi ini tidak hanya menghambat aktivitas warga, tetapi juga membahayakan pengendara yang melintas.

Jalur tersebut sejatinya merupakan akses vital yang menghubungkan wilayah Ratahan, Tombatu, hingga Amurang. Namun ironisnya, menurut Jan, sebagian besar ruas jalan ini justru dibiarkan dalam kondisi memprihatinkan tanpa perawatan berarti.

Tak hanya soal kerusakan fisik, kritik tajam juga diarahkan pada dugaan praktik korupsi dalam proyek perbaikan jalan. Jan menuding bahwa setiap kali ada proyek, hasilnya jauh dari harapan.

“Kalaupun ada perbaikan, hanya jadi proyek banjakan korupsi. Realisasi fisiknya hanya 20 persen, tapi dananya cair 100 persen,” ungkapnya.

Pernyataan tersebut langsung menyulut perhatian publik. Dugaan penyimpangan anggaran ini menambah panjang daftar persoalan infrastruktur di daerah yang dinilai sarat masalah transparansi dan pengawasan.

Selain jalan yang rusak, kondisi lingkungan sekitar juga tak luput dari sorotan. Bahu jalan yang dipenuhi alang-alang tinggi memperparah kesan terbengkalai, seolah jalur ini luput dari perhatian pemerintah selama bertahun-tahun.

Kini, pertanyaan besar muncul di tengah masyarakat: sampai kapan kondisi ini dibiarkan? Haruskah menunggu pergantian gubernur baru agar perbaikan benar-benar dilakukan?

Jeritan warga ini menjadi alarm keras bagi pemerintah daerah. Infrastruktur jalan bukan sekadar soal pembangunan fisik, tetapi menyangkut keselamatan, ekonomi, dan kepercayaan publik.

Jika dibiarkan berlarut, bukan hanya jalan yang rusak tetapi juga kepercayaan masyarakat yang perlahan runtuh. (*)

banner-panjang

Baca Juga

Berita Terkait