JEJAKHUKUMNUSANTARA.COM – Ketua Umum Team Garuda 08, Haji Sammy mempertanyakan data mantan Presiden RI, Megawati yang menyebut pemerintah Prabowo tidak hadir dalam bantuan penanganan bencana di Sumatera.
Pria yang akrab disapa Bung Sammy ini menuturkan, data yang didapat Megawati salah dan menyesatkan.
Menurutnya, Pemerintah Prabowo-Gibran hadir sejak bencana terjadi. Bahkan ribuan ton bantuan beres sudah disalurkan kepada korban bencana Sumatera.
“Megawati dapat data dari mana? Sehingga dengan berani menyatakan pemerintah hanya memberi para korban bencana di Sumatera mie instan? Jangan menyampaikan kebohongan publik!,”katanya dalam sebuah Podcast di Mosato tv.
Ia pun menyatakan dengan tegas bahwa dari awal bencana, pemerintah sudah hadir di lokasi bencana memberikan bantuan secara langsung kepada para korban bencana alam Sumatera.
“Penyampaian Megawati dalam sebuah kegiatan partai itu bentuk upaya untuk menjustice pemerintahan Prabowo – Gibran. Berbicara tanpa data, fakta dan bukti. Dari Seskab sendiri sudah menyampaikan berulang kali bahwa bantuan pemerintah lewat TNI-Polri sudah berjalan, ribuan ton beras bahkan sudah disalurkan,”katanya.
Lanjut Sammy, pasca bencana, pemerintah sudah melakukan eksekusi turun langsung ke lapangan untuk melihat, meninjau dan melakukan langkah-langkah awal dalam penanggulangan kebencanaan di Sumatera.
Meski dirinya tahu masih banyak korban bencana alam Sumatera yang belum mendapat akses bantuan, baik dari pemerintah maupun pihak lain. Sulitnya akses menuju lokasi bencana menjadi kendala dalam pendistribusian bantuan.
“Tetapi yang harus kita pelajari di sini adalah situasi dan kondisi bencana alam, akses untuk mencapai lokasi bantuan itu juga harus menjadi dasar pertimbangan kita bahwa ada langkah-langkah yang belum maksimal yang dilakukan pemerintah. Tetapi bukan berarti pemerintah tidak bergerak melakukan penanggulangan bencana itu sendiri, khususnya warga yang selamat dari bencana ini. Bantuan tetap disalurkan lewat udara, darat, maupun laut, termasuk bekerjasama dengan pemerintah daerah,”tuturnya.
Untuk itu baginya, pernyataan Megawati tersebut dinilai tidak benar, karena mengesampingkan data dan fakta di yang terjadi di lapangan.
Ia berharap, para tokoh politik untuk tidak membuat narasi publik yang menyesatkan. Apalagi di tengah bencana alam yang dialami negeri ini, seharusnya semua tokoh dan partai politik bersatu saling merangkul dan bekerjasama dalam menuntaskan bencana alam. ***