‎Gema Integritas di Tanah Minsel: Kala Pedang Keadilan Berpadu dengan Pena Kebenaran

Senin, 11 Mei 2026

JHN -Minsel- Udara di kantor Kejaksaan Negeri Minahasa Selatan mendadak terasa lebih berenergi pada Senin (11/05).

‎Bukan karena deru mesin atau riuh tuntutan, melainkan karena sebuah pertemuan sakral yang mempertemukan dua kekuatan besar: Sang Penjaga Hukum dan Sang Penyuara Kebenaran.‎

Di bawah atap institusi yang menjadi benteng keadilan Minsel, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Albertus Roni Santoso, S.H., M.H., menyambut jajaran PWI Minsel dengan kehangatan yang meluluhkan sekat birokrasi.

Ini bukan sekadar seremoni basa-basi; ini adalah proklamasi sebuah sinergi tanpa batas.

‎Bayangkan sebuah panggung megah di mana keadilan ditegakkan. Namun, apa gunanya sebuah kemenangan hukum jika ia hanya menggema di ruang sidang yang sunyi?

‎Dengan tatapan tajam namun penuh apresiasi, Kajari Albertus Roni menegaskan bahwa pers adalah napas dari transparansi.

“Sehebat apa pun prestasi yang kami ukir, ia akan terkubur sunyi jika tak ada jemari rekan-rekan media yang mengetiknya menjadi berita. Kalian adalah mata yang melihat hingga ke celah sempit, dan telinga yang menangkap rintihan yang tak terdengar. Pers adalah mitra strategis, kompas bagi kami di lapangan,” tegasnya dengan nada yang menggetarkan.

Ketua PWI Minsel, Yens Watung, berdiri dengan bangga mewakili suara para kuli tinta. Baginya, pertemuan ini adalah pengakuan atas profesi mulia yang kerap bertaruh nyawa di garis depan informasi.

-Fungsi Kontrol: Media bukan sekadar corong, melainkan penyeimbang yang memastikan roda keadilan tetap pada jalurnya.

‎-Literasi Hukum: Mengubah bahasa undang-undang yang kaku menjadi informasi yang dipahami dan menyentuh nurani rakyat jelata.

Suasana memuncak saat pertemuan itu diakhiri dengan sebuah momen simbolis. Di hadapan kamera, para jaksa dan jurnalis berdiri bahu-membahu. Tangan-tangan mengepal erat ke udara, membelah keheningan ruangan.

Kepalan itu bukan simbol kemarahan, melainkan janji suci untuk menjaga Tanah Minsel dari noda ketidakadilan.

Di satu sisi ada hukum yang tegas, di sisi lain ada Pena yang tajam. Saat keduanya bersatu, maka kejujuran tak lagi punya alasan untuk bersembunyi.

‎Minsel hari ini menjadi saksi: Bahwa keadilan tidak hanya harus ditegakkan, tetapi juga harus disuarakan hingga ke pelosok negeri!(*Kris)

banner-panjang

Baca Juga

Berita Terkait